Home » Terbaru » Pendidikan » Tenaga Endogen: Pengertian, Jenis-jenis, dan Pengaruhnya

Tenaga Endogen: Pengertian, Jenis-jenis, dan Pengaruhnya

izan_alhasani June 15, 2024

Diskop.id – Tahukah Anda bahwa bumi itu tidak bersifat statis? Seperti yang diketahui, bumi mengalami perubahan dari awal pembentukannya sampai detik ini. Hal ini dipengaruhi oleh tenaga  yang menyertainya yaitu tenaga endogen.

Adanya tenaga ini mengakibatkan bumi tidak rata dan mengalami perubahan bentuk bahkan menimbulkan beberapa bentang alam. Contoh beberapa kenampakan alam yang disebabkan endogen seperti pegunungan dan perbukitan. Simak fakta menarik lainnya tentang tenaga yang satu ini.

Pengertian Tenaga Endogen

Pengertian Tenaga Endogen

Tenaga Endogen termasuk materi pelajaran Geografi kelas X. Selain tenaga ini, ada juga tenaga eksogen yang keduanya termasuk dua tekanan yang menyebabkan perubahan pada bumi dan permukaan bumi.

Namun, apa bedanya tenaga endogen dan tenaga eksogen? Sesuai dengan namanya, tenaga endogen adalah tenaga yang diasalkan dari dalam bumi, yang kemudian mengakibatkan dinamika pada litosfer. Pergerakan tersebut terjadi akibat dari proses kimia dan fisika pada lapisan batuan atau karena aktivitas dari magma.

Sebaliknya, yang dimaksud dengan tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar (ekso) bumi, disebabkan oleh tekanan seperti angin, udara, dan atmosfer bumi.

Dalam proses perubahan akibat tenaga dari dalam bumi ini, terjadi tekanan yang bergerak ke arah vertikal maupun horizontal. Tekanan vertikal bisa menyebabkan munculnya tonjolan yang terjadi di permukaan bumi.

Sedangkan tekanan horizontal membuat bentang alam seperti retakan, lipatan, dan patahan lapisan litosfer. Untuk memahaminya lebih dalam, simak ulasan lengkapnya tentang jenis tenaga endogen.

Macam-macam Proses Endogen

Macam-macam Proses Endogen

Ada banyak tenaga dari dalam bumi yang membuat perubahan di lapisan litosfer dan mempengaruhi kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Berdasarkan Modul Geografi Ramah dengan Alam, jenis tenaga ini terbagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut.

1. Tektonisme

Tektonisme merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan adanya perubahan bentuk dan tata letak di permukaan bumi.

Hal ini dapat disebabkan karena sifat dari lapisan litosfer atau lapisan terluar bumi yang tipis sehingga jika terjadi tekanan tektonisme ini membuat lapisan menjadi lebih mudah bergerak.

Berdasarkan dari luas dan waktunya, gerak tektonisme ini terdiri dari dua jenis, yaitu epirogenetik dan orogenetik.

a. Gerak Epirogenetik

Jenis yang pertama, gerak epirogenetik merupakan gerakan pada permukaan bumi yang ditandari dengan waktu yang lambat dan meliputi daerah yang luas. Gerak epirogenetik masih terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

  • Epirogenetik positif:  gerak yang membuat air laut seperti mengalami kenaikan. Padahal yang bergerak yaitu daratan yang sedang mengalami penurunan. Contoh tenaga endogen ini bisa ditemukan di kepulauan Indonesia yaitu di Maluku dari bagian barat daya sampai Pulau Banda.
  • Epirogenetik negatif: gerak ini mengakibatkan permukaan air laut terlihat berkurang atau turun. Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah daratannya yang mengalami kenaikan. Contoh dari peristiwa gerak epirogenetik negatif ini terjadi di Pulau Buton dan Pulau Timur.

b. Gerak Orogenetik

Selain dari gerak epirogenetik, terdapat pula gerak orogenetik. Gerak orogenetik adalah gerakan di lapisan litosfer yang terjadi dalam waktu singkat dan meliputi daerah yang sempit.

Gerakan ini juga termasuk ke dalam tekanan horizontal dan vertikal sehingga membentuk lipatan dan patahan.

2. Vulkanisme

Tenaga dari dalam bumi selanjutnya adalah tenaga vulkanisme. Anda tentu sering mendengar istilah ini. Vulkanisme sering mengarah pada letusan gunung berapi. Hal ini saling berhubungan karena vulkanisme merupakan proses keluarnya magma dari lapisan litosfer.

Proses dari vulkanisme ini juga dikaitkan dengan pembentukan gunung api dimana terjadi pergerakan magma yang menembus lapisan permukaan bumi. Berdasarkan dari gerakan magma, terbagi dua jenis vulkanisme, yaitu intrusi magma dan ekstrusi magma.

a. Intrusi  Magma

Intrusi magma adalah peristiwa geraknya magma yang menembus lapisan bumi tetapi tidak sampai mencuat ke permukaan bumi. Ada beberapa bentukan dari intrusi magma, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Batholit: dapur magma.
  • Instrusi dasar: magma yang menyusup diantara dua lapisan batuan dan bersifat mendatar dan sejajar dengan lapisan batuan itu.
  • Lakolit magma yang masuk di lapisan bumi bagian atas atau dua lapisan batuan yang membentuk lensa cembung.
  • Gang atau korok: batuan dari intrusi magma yang membeku di bagian korok atau sela dari lipatan. 
  • Diatrema: lubang pipa atau tempat jalur dari dapur magma ke puncak gunung api yang berbentuk memajnag dan silinder.

b Ekstrusi Magma

Apabila instrusi magma adalah pergerakan magma di dalam permukaan bumi maka ekstrusi magma adalah keluarnya magma sampai ke permukaan bumi. Magma yang keluar ini menghasilkan beberapa istilah untuk magma dan materialnya yaitu:

  • Lava: magma yang keluar dan mengalir ke permukaan bumi turun dari kepundan gunung.
  • Lahar: campuran antara lava dan bahan lainnya seperti pasir, debu, kerikil, dan air sehingga membentuk lumpur dan lebih cair.
  • Efflata: material padat yang keluar dari gunung api  seperti kerikil, bom, lapili, dan debu vulkanik.
  • Ekshalasi: material gas yang kelua ke permukaan bumi dari aktivitas vulkanisme. Contohnya adalah belerang, gas asam arang, dsb.

3. Seisme

Jenis tenaga dari dalam bumi yang terakhir adalah seisme atau gempa. Seisme merupakan getaran yang merambat dari pergerakan lempeng di bawah lapisan permukaan bumi lalu getaran tersebut terasa sampai ke permukaan.

Proses seismik ini terjadi karena pelepasan energi yang besar dan terjadi tiba-tiba sehingga menimbulkan getaran. Seisme dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Gempa bumi runtuhan: getaran permukaan bumi yang terjadi karena runtuhnya gua atau batu raksasa. Hal ini menyebabkan getaran di sekitar area runtuhan tersebut. Dampak yang ditimbulkan umumnya kecil.  
  • Gempa bumi vulkanik: getaran permukaan bumi yang disebabkan karena aktivitas gunung api. Contohnya saat ada erupsi gunung, maka ada getaran gempa di sekitar wilayah gunung api tersebut. Umumnya meliputi daerah yang luas dan kekuatan terbesarnya ada di paling dekat dengan titik erupsi.
  • Gempa bumi tektonik: gempa yang disebabkan karena pergeseran lempeng yang umumnya memiliki radius gempa yang kuat serta meliputi wilayah yang luas.

Pengaruh Tenaga Endogen

Adanya beberapa aktivitas seperti tektonisme, vulkanisme, dan seisme memberikan dampak bagi hidup. Ada dampak positif yang didapatkan dari tenaga ini. Contoh dampak positif proses endogen seperti berikut ini:

  • Terbentuknya kandungan gas alam dan minyak yang melimpah akibat dari pembentukan tektonisme.
  • Adanya sumber mineral dan bahan galian serta membuat tanah menjadi subur karena proses vulkanisme.
  • Munculnya hujan orografis yaitu hujan yang ada di pegunungan yang bermanfaat untuk kehidupan.

Sedangkan dampak negatif proses endogen adalah sebagai berikut

  • Adanya peristiwa longsor, erosi yang menyebabkan kerugian baik secara materi dan nyawa.
  • Bencana letusan gunung berapi yang dapat merusak dan menimbulkan gas beracun bagi manusia.
  • Bencana gempa bumi yang juga merugikan makhluk hidup.

Berdasarkan tenaga endogen yang ada di bumi, ternyata memiliki fungsinya sendiri untuk kehidupan. Semua peristiwa dari tenaga dalam bumi memberikan dampak negatif dan positif sehingga perlu menjaga dan memanfaatkan kekayaan bumi dengan bijak.

Baca Juga:

Artikel Terkait