Home » Terbaru » Agama » Contoh Kultum Ramadhan Singkat Mudah Dipahami

Contoh Kultum Ramadhan Singkat Mudah Dipahami

dewi_putri February 22, 2024

Diskop.id – Umat muslim telah memasuki puasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah shalat tarawih. Bagi bapak-bapak atau pemuda yang mendapatkan kesempatan menjadi penceramah sebelum shalat tarawih. Bisa simak contoh kultum Ramadhan singkat dan mudah dipahami.

Contoh kultum Ramadhan singkat ini bisa digunakan siapa pun yang memang membutuhkan. Penting bagi seorang muslim yang bertugas untuk menyampaikan kultum Ramadhan, untuk mempersiapkan diri menyusun teks atau tulisan kultum Ramadhan.

Bagi yang bingung ingin menyampaikan kultum apa saat sholat tarawih atau tugas, tak perlu khawatir. Diskop.id akan memberikan contoh kultum Ramadhan singkat yang mudah dipahami dan dihapal. Contoh kultum Ramadhan singkat ini bertemakan rahmat di bulan Ramadhan.

Berikut di bawah ini adalah contoh kultum Ramadhan 2023 yang singkat dan mudah dipahami, dilansir dari laman resmi Nahdlatul Ulama.

Contoh Kultum Ramadhan – Tema: Rahmat di bulan Ramadhan

Assalammualaikum Wr. Wb 

Para jamaah, saudara-saudara muslimku yang berbahagia.

Di bulan yang paling istimewa untuk umat Muslim, bulan Ramadhan mempunyai beberapa keutamaan yang tak dimiliki di bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, jangan sampai kita menyia-menyiakan begitu saja semua keistimewaan di bulan Ramadhan ini.

Terlebih kita masih diberi kesehatan dan umur untuk bisa kembali bertemu dengan bulan Ramadhan. Di bulan ini, tak heran jika banyak sekali umat Muslim yang berlomba-lomba untuk melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah.

Sebab, Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala yang berlipat-lipat ganda bagi hamba-Nya yang beribadah di bulan Ramadhan karena-Nya. Ibadah yang bisa dilakukan mulai dari melaksanakan shalat lima waktu, tarawih di mushola dan masjid, tadarus Al-Quran, bersedekah dengan menyediakan takjil, dan lainnya.

Allah SWT telah menyediakan tiga kado istimewa di bulan Ramadhan yakni ampunan (maghfirah), rahmat (kasih sayang Allah), dan masuk ke dalam surga-Nya (terbebas dari api neraka). 

Jamaah yang dimuliakan oleh Allah SWT, mendapatkan kasih sayang atau rahmat Allah adalah sesuatu yang sangat penting dan kita sebagai hamba harus berusaha untuk meraihnya. Pasalnya, rahmat Allah mempunya peran yang sangat besar untuk seornag hamba nantinya di akhirat. 

ilustrasi kultum atau ceramah

Bisa jadi ada seseorang yang dikenal hamba yang rajin ibadah, taat, dan lainnya. Namun, orang tersebut tak bisa mendapatkan rahmat Allah, ibadahnya tak diterima. Naudzubillah, semua amalannya hanya sia-sia. 

Berkaitan dengan hal tersebut, ada sebuah kisah seorang hamba yang dikenal taat beribada selama 500 tahun. Namun orang tersebut masuk surga bukan karena ibadahnya, tapi karena rahmat Allah SWT. Kisah tersebut diriwayatkan dari al-Hakim di dalam al-Mustadrak-nya.

Dikisahkan kala itu, Malaikat Jibril as bercerita kepada Nabi Muhammad SAW terkait seorang hamba yang beribadah selama 500 tahun, yang tak terima dimasukkan surga karena rahmat Allah bukan karena ibadahnya. Yang akhirnya, orang tersebut dimasukkan ke dalam neraka dan kembali masuk ke surga karena pengakuan akan rahmat Allah SWT.

Singkat cerita, hamba itu memohon kepada Allah SWT untuk mencabut nyawanya dalam kondisi sujud dan jasadnya akan tetap utuh hingga hari kiamat. Doanya itu pun dikabulkan. Ketika di akhirat, Allah pun berkata kepada hamba tersebut, ‘Hamba-Ku, engkau Ku masukkan ke dalam surga berkat rahmat yang kuberikan!”

Namun, hamba tersebut menyangkal. Hamba tersebut protes, seharunya yang membuatnya masuk ke dalam surga adalah ibadahnya selama ratusan tahun, bukan karena rahmat Allah. Usai dihitung, ternyata bobot rahmat-Nya lebih besar dibandingkan amal ibadahnya yang ratusan tahun.

Allah pun akhirnya memerintahkan malaikat untuk memasukkan hamba tersebut ke neraka. Sebelum dimasukkan ke dalam neraka, hamba tersebut pun mengakui jika ia hanya bisa masuk ke surga karena rahmat Allah lebih besar. Ia pun akhirnya tak jadi dimasukkan ke dalam neraka. Cerita ini diambil dari catatan Abul Laits as-Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin, halaman 63.

Demikian pentingnya kita sebagai hamba memanfaatkan bulan Ramadhan untuk meraih rahmat Allah SWT. Akan tetapi, tak berarti menomorduakan ibadah dengan alasan yang lebih utama untuk mencari rahmat.

Justru dengan beribadah kita sebagai hamba menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT hingga menjadi faktor memperoleh rahmat Allah.

Itu saja yang bisa saya sampaikan. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan kita masih bisa dipertemukan dengan Ramadhan lainnya.

Wassalammualaikum Wr. Wb.

Itulah salah satu contoh kultum Ramadhan singkat yang mudah dipahami, untuk dijadikan referensi. Semoga membantu, ya.

Baca Juga:

Artikel Terkait