Home » Terbaru » Pendidikan » Siklus Hidrologi Pendek, Sedang, Panjang dan Penjelasannya

Siklus Hidrologi Pendek, Sedang, Panjang dan Penjelasannya

izan_alhasani May 18, 2024

Diskop.id – Air di muka bumi ini termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui karena selalu mengalami pembaruan karena adanya siklus hidrologi. Hidrologi berdasarkan KBBI adalah ilmu yang mempelajari tentang air.

Air yang dipelajari ini meliputi banyak hal baik yang ada di bawah tanah, peredaran, sifat kimia, dan fisiknya sampai dengan hubungan air dari makhluk hidup. Silkus air sangat berperan penting dalam kehidupan karena semua makhluk hidup memerlukannya.

Proses Siklus Hidrologi

Proses Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi adalah proses ketika air yang ada di atmosfer bumi kembali lagi ke atmosfer dan dilakukan secara berulang-ulang. Siklus ini disebut juga dengan daur air atau siklus air. Ada peredaran yang selalu terjadi dan tidak pernah putus sehingga ketersediaan air di muka bumi ini tidak pernah habis.

Hal ini merupakan tujuan adanya siklus yaitu mempertahankan jumlah dan ketersediaan air sehingga setiap orang bisa tetap menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan. Air juga sangat diperlukan bagi tumbuhan yaitu sebagai cara untuk fotosintesis.

Dengan demikian, keberadaan air ini sangat penting. Meskipun air tidak pernah habis, kita wajib untuk menjaga kualitas air agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Hal ini karena sudah banyak pencemaran air yang terjadi di sekitar kita.

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang tahapan dari siklus hidrologi dan istilah yang sering muncul dalam siklus ini diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Evaporasi

Evaporasi disebut juga dengan penguapan dimana tahap ini adalah tahap pertama dalam siklus hidrologi. Proses ini terjadi ketika air laut mengalami penguapan menjadi uap air. Tidak hanya di air laut, evaporasi juga terjadi di sungai dan berbagai jenis badan air lainnya.

Faktor yang menyebabkan terjadi evaporasi karena panasnya sinar matahari sehingga mengubah bentuk partikel yang cair menjadi gas.

Sinar matahari punya peranan penting dalam siklus air sehingga semakin besar penyinaran matahari di air tersebut maka semakin cepat proses perubahan air menjadi wujud gas dan terbang atau naik ke udara.

2. Transpirasi

Penguapan tidak hanya terjadi di air, tetapi tumbuhan juga berperan dalam proses penguapan. Namun, kadar tumbuhan yang mempengaruhi pembentukan awan terbilang kecil dibandingkan penguapan yang berasal dari air laut.

Transpirasi adalah proses terjadinya penguapan di bagian tumbuhan seperti di stomata. Setelah air menjadi uap, maka disitulah proses transpirasi ini terjadi. Proses ini nyatanya juga dapat dilakukan oleh jaringan yang ada di hewan.

3. Evapotranspirasi

Kombinasi dari transpirasi dan evaporasi ini disebut dengan evapotranspirasi. Dari adanya proses ini yang membuat penguapan yang terjadi menjadi lebih banyak sehingga cepat terbentuk awan.

Air akan menguap lebih banyak lagi sehingga jumlah air untuk proses hidrologi menjadi lebih berpengaruh.

4. Sublimasi

Berikutnya ada proses yang dinamakan sublimasi. Sublimasi adalah proses perubahan dari molekul cair ke gas untuk diangkat ke atmosfer. Meskipun demikian, proses ini biasanya terjadi pada es yang ada di kutub utara.

Selain itu, proses  sublimasi membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan proses penguapan lainnya sehingga hal ini hanya mempengaruhi sebagian kecil saja dari proses lainnya.

5. Kondensasi 

Tahap berikutnya adalah proses kondensasi yaitu tahap pendinginan. Air yang terangkat ke udara akan berubah menjadi kristal es. Hal ini dikarenakan hukum yang menyatakan setiap naik 100 m, suhu turun sebesar 0,60C.

Dari penjelasan ini, maka uap air yang naik ke atas akan semakin dingin karena perubahan suhu dingin sehingga akhirnya terbentuklah partikel es. Proses kondensasi ini yang akhirnya membentuk awan.

Kondensasi yang membuat struktur awan menjadi lebih padat lagi.

6. Adveksi

Proses adveksi merupakan istilah ketika awan mengalami pergerakan dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Perpindahan tersebut dipengaruhi oleh angin yang umumnya akan mengarah ke daratan.

Dengan adanya tahap adveksi ini, membuat siklus hidrologi sedang dan panjang. Jadi, proses ini tidak terjadi di siklus pendek karena awan langsung menurunkan air hujan di air lautnya.

7. Presipitasi

Setelah terbentuk awan, maka proses berikutnya adalah terjadinya turun hujan. Apabila suhu udara mencapai 0 derajat Celcius, maka hujan yang jatuh akan berbentuk hujan es.

8. Run Off

Apabila hujan turun ke bumi, maka hujan akan bergerak dari tempat tinggi ke rendah. Run off disebut juga dengan limpasan atau mengalirnya air permukaan. Hal ini juga menyebabkan daratan terbentuk sungai.

9. Infiltrasi

Selain air hujan yang menjadi run off, ada juga air hujan yang terserap ke dalam tanah sehingga menghasilkan air tanah. Itulah yang disebut dengan infiltrasi. Air hujan akan masuk ke pori-pori tanah dan  air itu akan kembali ke laut.

10. Konduksi

Tahap terakhir yaitu konduksi. Proses ini merupakan tahap pemanasan dimana akan bersinggungan langsung dengan benda atau objek tersebut. Hal ini akan mengulang proses siklus kembali sehingga akan kembali mengalami perputaran yang tidak ada habisnya.

Jenis-jenis Siklus Hidrologi

Jenis-jenis Siklus Hidrologi

Setelah Anda memahami berbagai tahapan dari siklus daur air, penting juga untuk memahami berbagai jenis siklus daur air yang terjadi di muka bumi. Ada 3 jenisnya, yaitu sebagai berikut:

1. Siklus Hidrologi Pendek

Tahap pertama adalah siklus pendek yang terjadi dalam waktu yang realtif singkat. Hal ini terjadi ketika air  laut mengalami evaporasi. Setelah itu, uap air yang naik ke atmosfer mengalami proses pendinginan.

Kemudian, dari proses kondensasi itu terbentuklah awan. Awan akan menampung air dan pada akhirnya akan turun hujan langsung ke laut.

2. Siklus Hidrologi Sedang

Jenis yang kedua adalah hidrologi sedang. Hal yang membedakan dari siklus ini dibandingkan sebelumnya adalah proses presipitasi yang terjadi di daratan. Jadi, saat air laut mengalami evaporasi, terbentuklah awan yang terbawa angin menuju ke daratan.

Selanjutnya, hujan turun ke daratan dan akhirnya meresap ke dalam tanah. Air yang tidak mampu diresap lagi kemudian menjadi aliran permukaan atau run off. Air inilah yang nantinya akan kembali menuju ke laut dan terjadi siklus itu kembali.

3. Siklus Hidrologi Panjang

Jenis terakhir adalah siklus panjang yang sesuai namanya, ada banyak proses yang terjadi dan membutuhkan waktu cukup lama sebelum turunnya hujan. Dimulai dari terjadinya proses evaporasi.

Selainjutnya, terbentuk awan karena proses kondensasi. Awan akan bergerak menuju ke tempat tinggi karena proses adveksi. Selanjutnya, awan ini akan menuju ke pegunungan yang terbentuk karena proses evaporasi, trasnpirasi, dan evapotranspirasi.

Awan tersebut akan menurunkan es karena berada di ketinggian tertentu. Selanjutnya, es yang ada di puncak pegunungan akan mencair dan mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Proses ini disebut dengan gletser.

Air tersebut akan mengalir menjadi run off dan air tanah yang nantinya akan bermuara di air laut kembali.

Proses siklus hidrologi memiliki peranan yang besar dalam kehidupan. Oleh sebab itu, kita selaku manusia sudah sepantasnya untuk melestarikan sumber daya air dan menggunakannya sebaik-baiknya agar selalu mendapatkan air yang berkualitas dan tidak tercemar.

Baca Juga:

Artikel Terkait