Home » Terbaru » Pendidikan » Pencemaran Laut: Penyebab, Dampak, dan Solusinya

Pencemaran Laut: Penyebab, Dampak, dan Solusinya

izan_alhasani April 14, 2024

Pencemaran laut atau Pollution of The Marine Environmental sangat merusak lingkungan. Seperti yang kita ketahui, laut adalah perairan yang luas dan banyak menutupi permukaan bumi. Jadi, keberadaannya sangat krusial untuk kehidupan.

Polusi laut menyebabkan masalah bagi ekosistem terutama ekosistem laut. Jika ekosistem laut terancam, hal ini memberikan dampak buruk juga bagi manusia karena tidak bisa mengambil manfaat dari sumber daya alam di laut. Selain itu, ini akan membahayakan bagi kesehatan.

Apa Itu Pencemaran Laut?

Apa Itu Pencemaran Laut?

Pengertian pencemaran laut adalah masuknya limbah pencemar akibat dari manusia secara langsung atau tidak langsung ke laut sehingga menimbulkan dampak negatif. Setiap tahunnya, polusi laut di Indonesia sendiri juga masih banyak ditemui.

Contohnya dari pembuangan limbah yang ada di daratan. Selain itu, ada 75% perairan di Indonesia yang mengalami pencemaran. Pencemaran tersebut juga masuk dalam kategori sangat tercemar.

Kemudian, kategori tercemar sedang ada 20% dan 5%nya masuk dalam pencemaran ringan.  Limbah pencemar laut berasal dari berbagai sumber. Contohnya ada limbah industri, limbah kimia, limbah pertanian, sampai ada limbah yang berasal dari rumah tangga ikut mencemari.

Kegiatan manusia sangat berpengaruh terhadap pencemaran baik secara sadar atau tidak. Hal inilah yang mengakibatkan pentingnya kesadaran lingkungan untuk melestarikan ekosistem di perairan.

Penyebab Pencemaran Laut

Penyebab Pencemaran Laut

Ada beberapa penyebab pencemaran, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pencemaran Sampah Laut

Sampah laut atau Marine Debris adalah salah satu penyebab pencemaran yang ada di laut dan menjadi ancaman bagi setiap perairan di permukaan bumi. Sampah laut juga seringkali ada meski perairan tersebut sudah jauh dari aktivitas manusia.

Hal ini dikarenakan sampah laut juga dapat mengalir dari sungai dan menuju ke laut. Kebanyakan sampah  laut yang mencemari laut Indonesia yaitu sampah plastik. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Kemenperin (2013) yang menyebut 1,9juta ton plastik dihasilkan di Indonesia.

Lalu, 10%nya dibuang ke badan air atau sungai sehingga sampah tersebut berakhir di laut. Sedangkan berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyebutkan bahwa sebanyak 41% pencemaran sampah di Indonesia ada di laut.

Dari data tersebut tentu membuat kita harus semakin bijak dalam membuang sampah. Penyebab masuknya sampah ini terjadi karena masyarakat yang membuang sampah ke sungai.

Sampah tersebut akan terbawa arus dan bermuara ke air laut.

2. Pencemaran Logam Berat

Penyebab kedua dari pencemaran laut adalah adanya logam berat yang berbahaya bagi lingkungan. Logam berat tersebut bisa mengendap di perairan dan membahayakan biota laut. Harusnya, logam berat tidak boleh dibuang sembarangan karena umumnya termasuk limbah B3.

Adanya logam berat di dasar air laut  bisa berbahaya karena dapat mengubah komposisi kimia air laut. Hal ini membuat biota laut tidak bisa bertahan hidup sehingga akhirnya mati. Logam berat bisa bersifat beracun dan terakumulasi ke tubuh dari hewan laut tersebut.

Itulah mengapa logam berat berbahaya bagi kehidupan laut. Anda bisa melihat contoh dari pencemaran ini di Indonesia. Misalnya, perairan Pantai Utara Jawa Tengah, Lombok dan Sumbawa.

Umumnya, air laut yang tercemar logam berat ini akibat dari limbah tambang dari perusahaan yang dibuang sembarangan ke air laut. Proses produksi bahan tambahng ini dilakukan setiap harinya sehingga lama-kelamaan akan membuat air laut menjadi tercemar.

3. Pencemaran Tumpahan Minyak (Oil Spill)

Pencemaran tumpahan minyak adalah polusi laut yang disebabkan oleh tumpahan dari kapal tanker, sisa amunisi perang, bongkar muat di kapal laut, tabrakan kapal tangki minyak, dsb.

Namun, penyebab utama dari pencemaran tumpahan minyak ini disebabkan kecelakaan laut, pengeboran lepas pantai, dan operasi kapal itu sendiri. Ada beberapa kasus tumpahan minyak yang terjadi di Indonesia.

Contohnya kebocoran minyak milik Pertamina yang terjadi di tahun 2019. Tumpahan minyak ini meliputi wilayah luas dandalam jumlah yang besar. Hal ini yang mengakibatkan banyak biota laut mati di daerah yang  terkena kontaminasi tersebut.

Selain ikan, ada juga udang yang mati karena tidak mampu toleransi terhadap lingkungan tersebut. Populasi alga, plankton, dan protozoa yang dijadikan sebagai produsen laut juga mati sehingga terjadi ketidakstabilan ekosistem.

Selain itu, pantai juga bau akibat dari tumpahan minyak tersebut dan dari bangkainya.

Dampak Pencemaran Laut

Secara umum, adanya pencemaran laut mengakibatkan kualitas perairan menjadi turun. Jika kualitas air laut menjadi turun, ini akan berpengaruh terhadap rusaknya tempat tinggal kehidupan laut.

Habitat yang rusak bisa mengakibatkan menurunnya biota laut. Tak hanya itu, manusia yang sengaja atau tidak sengaja mengkonsumsi air tersebut bisa mengalami gangguan kesehatan. Selain itu, keseimbangan lingkungan akan terganggu karena bisa menyebabkan abrasi dan erosi di pinggir pantai.

Berdasaran dampaknya, Wahyono dkk (2020) juga membagi dampak pencemaran air menjadi 4 jenis, diantaranya sebagai berikut:

  • Dampak terhadap biota laut. Jika zat pencemar masuk ke laut, maka bisa menyebabkan kadar oksigen menjadi menurun. Untuk itu, penting mengurangi atau memperlambat pertumbuhan hewan laut bahkan bisa mengancam kehidupannya.
  • Dampak terhadap kualitas air tanah. Air laut ini bisa masuk ke tanah karena proses intrusi air laut  sehingga kualitas air tanah menjadi turun. Hal ini ditandai dengan rasa air tanah yang asin karena bercampur dengan air laut.
  • Dampak terhadap kesehatan. Air laut yang tercemar jika terminum tentu memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, ikan yang mati karena zat toksik jika  dimakan oleh manusia juga dapat berbahaya.
  • Dampak terhadap estetika. Semakin banyaknya zat pencemar yang dibuang di laut maka akan terjadi perubahan fisik air laut. Warna air bisa berubah menjadi keruh dari yang awalnya berwarna biru. Selain itu, ada juga dampak lainnya yaitu dari bau air laut yang menyengat sehingga akan mengganggu penciuman manusia.

Cara Mengatasi Pencemaran Laut Indonesia

Setelah dipaparkan dengan jelas tentang pencemaran perairan laut, sudah jelas bahwa pencemaran ini memberikan efek yang buruk terhadap lingkungan. Untuk itu, Anda harus tahu cara menanggulangi dan mengurangi dampak dari pencemaran di Laut Indonesia.

Adapun beberapa cara untuk mengatasi dampak pencemaran laut adalah sebagai berikut:

  • Tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai atau di laut.
  • Penggunaa plastik harus dikurangi karena sampah ini yang banyak ada di laut dan mengancam kehidupan laut. Sampah plastik tidak bisa diurai sehingga dapat menumpuk di perairan.
  • Setiap industri harus punya IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah). Jadi, air limbah diproses terlebih dahulu agar sesuai dengan baku mutu atau standar sehingga  tidak mencemari lingkungan.
  • Menjalankan industri pertambangan yang ramah lingkungan.
  • Daur ulang sampah organik.

Selain solusi di atas, ada juga cara lainnya untuk mengelola tumpahan minyak berdasarkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu:

  • Melakukan Pulbaket dengan membawa kru.
  • Perhitungan ekonomi dari dampak tumpahan minyak.
  • Penyusunan dokumen ganti rugi.
  • Penyerahan dokumen penuntutan KLHK.
  • Pembersihan untuk wilayah yang terkena tumpahan.

Pencemaran laut memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan manusia. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan penyebab dari pencemaran ini dan mencegahnya agar tidak terjadi. Hal yang umum dilakukan adalah tidak membuang sampah ke sungai atau laut.

Baca Juga:

Artikel Terkait