Home » Terbaru » Pendidikan » Jenis-jenis Danau Berdasarkan Proses Terbentuk & Airnya

Jenis-jenis Danau Berdasarkan Proses Terbentuk & Airnya

izan_alhasani November 27, 2023

Danau adalah salah satu air permukaan yang memiliki ciri-ciri yang khas. Selain sungai, ada juga jenis-jenis danau yang terbagi dalam beberapa kategori seperti berdasarkan jenis air dan proses terbentuknya.

Danau adalah genangan air  yang memiliki beberapa syarat yaitu airnya mengalami perbedaan suhu secara vertikal. Umumnya, semakin dalam danau maka suhunya semakin dingin. Danau merupakan cekungan yang di dalamnya terdapat air dan  ada pula tumbuhan air.

Danau juga memiliki gelombang. Lalu, pembentukan danau di berbagai wilayah tidak sama. Ada yang terbentuk karena gempa sampai dibuat oleh manusia sendiri. Untuk mengetahuinya secara detail, simak jenis danau berikut ini.

Jenis-jenis Danau Berdasarkan Proses Terbentuknya

Jenis-jenis Danau Berdasarkan Proses Terbentuknya

Pembagian danau yang pertama jika dilihat dari proses terbentuknya. Ada 8 jenis danau yang berasal dari berbagai faktor pembentuknya. Berikut adalah jenis-jensi danaunya.

1. Danau Glasial

Danau ini terbentuk karena proses pengikisan dari mencairnya es sehingga terbentuklah suatu cekungan. Dari cekungan tersebut nantinya akan diisi oleh air sehingga selama beberapa waktu akan terbentuk danau.

Proses danau karena glasial ini biasa Anda temukan di pegunungan karena erosi glasial biasanya terjadi di puncak gunung dan turun ke lereng.

2. Danau Tektonik

Jenis danau berikutnya adalah danau  tektonik. Ciri-ciri danau tektonik adalah danau yang terbentuk akibat dari aktivitas tektonik atau pergeseran lempeng. Aktivitas tektonik yang tersedia ini berasal dari patahan dan lipatan.

Dari proses ini yang nantinya mengakibatkan pembentukan daerah yang tinggi dan daerah yang turun. Jadi, pada akhirnya akan membentuk suatu cekungan yang lama-kelamaan diisi oleh air sehingga terbentuklah danau.

Ciri lainnya dari danau tektonik yaitu berbagai jenis organisme yang tinggal di dalamnya. Contohnya seperti Danau Sentani yang didalamnya ada hewan predator seperti hiu gergaji tentu ini tidak umum ditemukan dalam danau lainnya.

Danau tektonik juga memiliki kadar oksigen yang besar di dalam air danau tersebut. Penyebab dari banyaknya kadar oksigen ini terjadi karena pergeseran lempeng sehingga menghasilkan kedalaman danau yang besar.

Ciri terakhir dari danau tektonik yaitu memiliki perbedaan suhu secara vertikal yang tidak jauh berbeda. Hal ini karena cahaya matahari yang menembus danau tektonik tidak dalam. Jadi, tidak mempengaruhi perubahan suhu yang signifikan baik di waktu pagi hari atau malam hari.

3. Danau Vulkanik

Sesuai dengan namanya, danau ini berasal dari letusan gunung berapi sehingga terjadi proses runtuhnya puncak gunung sehingga terbentuklah cekungan atau kawah.

Kawah ini nantinya juga bisa membentuk danau karena ada material vulkanik yang memiliki sifat tidak tembus air akan menutupi dasar cekungan.

Sama seperti sebelumnya, nanti air tersebut akan terisi sehingga akan membentuk danau kaldera atau kawah. Contoh dari danau vulkanik ini yaitu Danau Kalimutu. Selain itu, ada juga danau vulkanik yang terbesar di dunia yaitu Danau Toba.

4. Danau Tekno-Vulkanik

Jenis danau berikutnya adalah danau tekno vulkanik yang terbentuk dari kombinasi antara peristiwa tektonik dan aktivitas gunung berapi.

Karena bentukan dari keduanya inilah membuat daratan yang awalny rata kemudian mengalami depresi atau penurunan sehingga terbentuklah cekungan.

Cekungan ini yang nantinya diisi oleh air dan jadilah danau. Ciri-ciri danau tektonik vulkanik lainnya yaitu permukaan air di danau tersebut lebih tinggi dibandingkan laut yang ada di sekitarnya. Hal ini terjadi karena pembentukan danau ini ada di gunung api sehingga daratannnya lebih tinggi dibandingkan lautnya.

Ciri berikutnya adalah air dari danau ini berasal dari peristiwa alam sehingga dapat menampung air dari air hujan dan berbagai proses alami lainnya. Air danau ini mengandung belerang karena dipengaruhi oleh proses vulkanik dimana terjadi letusan gunung api.

Selanjutnya, danau tekno-vulkanik juga memiliki kandungan oksigen yang tergolong cukup banyak.

5. Danau Terbendung

Selain jenis-jenis danau di atas, ada pula danau terbendung yang terjadi karena pembendungan aliran. Contoh dari danau terbendung adalah danau tapal kuda (oxbow lake) yang merupakan proses pembentukan danau dari meander sungai yang melewati daratan.

Kemudian, terjadi sedimentasi sehingga aliran air mengambil jalan pintas dan meninggalkan potongan. Bentang alam yang terpotong ini yang akhirnya menjadi danau tapal kuda karena bentuknya yang sama seperti tapal kuda.

Dari proses itulah yang membuat danau tapal kuda selalu di dekat sungai karena awalnya danau ini berasal dari sungai.

6. Danau Karst

Jenis danau berikutnya adalah danau karst. Danau ini terbentuk karena pengendapan material yang terbawa arus sungai di sekitar pantai.

7. Danau Buatan

Jenis danau lainnya yaitu danau yang berbeda dibandingkan lainnya. Danau ini dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Biasanya, pembentukannya untuk sarana irigasi, perikanan, listrik, rekreasi, dsb.

Tujuan dari danau buatan sangat banyak dan untuk membuatnya biasanya dengan membuat cekungan dan mengisinya dengan air hujan atau air dari saluran.

8. Danau Cirques

Danau ini terbentuk di wilayah gunung tinggi contohnya di Antartika.

Jenis-jenis Danau Berdasarkan Jenis Airnya

Jenis-jenis Danau Berdasarkan Jenis Airnya

Jika dilihat dari jenis airnya, pembagian danau dibagi menjadi dua, yaitu danau air tawar dan danau air asin.

1. Danau Air Tawar

Jenis danau ini berasal dari daerah basah dan memiliki curah hujan tinggi. Danau jenis ini punya banyak pasokan air dari hujan dan sungai sehingga jenis airnya tawar dan tidak memiliki rasa sama sekali.

2. Danau Air Asin

Sedangkan danau air asin adalah danau yang terletak di lokasi kering dengan tingkat penguapan yang tinggi. Oleh sebab itu, air di sekitarnya menjadi asin.

Manfaat Danau

Setelah Anda memahami berbagai jenis-jenis danau, penting juga tahu apa saja manfaat dari danau. Hal tersebut penting karena danau adalah sumber daya alam yang potensial untuk kehidupan.

Lewat danau ini, Anda sebagai manusia dapat mengoptimalkan dan melestarikan danau karena banyaknya manfaat yang dikandung di dalamnya. Contoh manfaat danau adalah sebagai alternatif energi terbarukan.

Dari danau, Anda bisa menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan. Energi listrik yang diperoleh ini diambil dari energi kinetik dari gelombang danau yang digerakkan dengan turbin. Kemudian, alat tersebut akan mengubah energi gerak tadi menjadi energi listrik.

Penggunaannya ramah lingkungan karena tidak memerlukan penggunaan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui. Manfaat danau ini akan meningkatkan penggunaan listrik dengan lebih baik untuk lingkungan.

Selain itu, Anda perlu tahu manfaat lain dari danau yaitu untuk rekreasi, pengendali banjir, dan budidaya perikanan.

Ketiga manfaat danau yaitu sebagai rekreasi, pengendali banjir, serta digunakan untuk budidaya perikanan. Fungsi danau yang beragam ini membuat danau perlu dilestarikan dan dikelola dengan baik. Jangan sampai membuang sampah ke danau dan melakukan tindak pencemaran lainnya.

Itulah jenis-jenis danau yang Anda ketahui dari berbagai kategori. Dari setiap jenis danau tersebut memiliki ciri khas yang membedakannya dengan danau lainnya. Danau termasuk air permukaan yang memiliki dampak baik untuk kehidupan.

Baca Juga:

Artikel Terkait