Home » Terbaru » Pendidikan » 11 Ciri Makhluk Hidup dalam Biologi & Penjelasan Lengkapnya

11 Ciri Makhluk Hidup dalam Biologi & Penjelasan Lengkapnya

izan_alhasani June 20, 2024

Di dalam biologi terdapat istilah makhluk hidup dan benda tak hidup, keduanya punya pengaruh masing-masing untuk ekosistem. Ada beberapa ciri makhluk hidup yang membedakannya dengan benda tak hidup.

Makhluk hidup sendiri merupakan seluruh entitas individu di ekosistem yang bisa menjalankan fungsi kehidupan. Di dalam ilmu biologi, makhluk hidup juga dikenal dengan istilah organisme, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu organismos.

Ciri Makhluk Hidup

Dilansir dari beberapa sumber, didapatkan bahwa makhluk hidup memiliki 11 ciri yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Bernapas

Bernapas

Materi ciri-ciri makhluk hidup dipelajari dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SMP kelas 7. Ciri yang pertama adalah bernapas, yaitu proses untuk menghirup dan mengeluarkan udara. Setiap makhluk hidup memiliki mekanisme tersendiri untuk bernapas.

Contohnya manusia yang bernapas menggunakan paru-paru. Hidung akan menghirup udara berupa oksigen dan mengeluarkan udara berupa karbondioksida. Selain manusia, hewan juga menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, tapi tidak selalu menggunakan paru-paru.

Ada juga hewan yang bernapas dengan insang maupun trakea. Sementara pada tumbuhan, proses bernapas disebut dengan fotosintesis. Secara singkat, tumbuhan akan menghirup karbondioksida untuk “memasak” makanan dan menghasilkan oksigen.

2. Beradaptasi

Beradaptasi

Berikutnya, makhluk hidup juga beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tujuan dari proses ini adalah bertahan hidup sekaligus menjaga keseimbangan. Jika mampu beradaptasi, makhluk hidup mampu untuk mendapatkan makanan, air, dan udara untuk keberlangsungan hidupnya.

Ketika makhluk hidup tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, biasanya akan berpindah ke tempat baru. Namun tidak sedikit juga makhluk hidup yang gagal beradaptasi sehingga hidupnya berakhir. Hal

3. Bergerak

Secara harfiah, bergerak artinya berpindah kedudukan atau tempat, tapi hal ini tidak berlaku untuk tumbuhan. Yang dimaksud bergerak dalam ciri-ciri makhluk hidup pada tumbuhan adalah gerak pada bagian tubuhnya.

Contohnya antara lain arah tumbuh tumbuhan yang mengikuti arah matahari, kuncup bunga yang mekar, dan sebagainya. Gerak pada tumbuhan diakibatkan oleh reaksi hormon pada tumbuhan, contohnya auksin.

Hewan dan manusia memiliki sistem gerak yang berbeda dengan tumbuhan. Ada tulang, sendi, dan otot yang berfungsi untuk bergerak, misalnya berjalan atau berlari. Spesies bertulang belakang atau vertebrata memiliki kemampuan bergerak dengan mobilitas tinggi.

4. Berkembang Biak atau Bereproduksi

Ciri-ciri makhluk hidup yang berikutnya adalah reproduksi atau berkembang. Aktivitas ini bertujuan untuk menghasilkan keturunan dan mencegah spesies dari kepunahan. Berdasarkan cara reproduksinya, hewan terbagi ke dalam 3 jenis:

  • Ovipar: hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Sebelum akhirnya menetas, embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam telur dengan memanfaatkan cadangan makanan di dalamnya.
  • Vivipar: perkembangbiakan hewan dengan cara melahirkan, embrio akan berkembang di dalam rahim induknya sebelum dilahirkan.
  • Ovovivipar: merupakan kombinasi antara bertelur dan melahirkan. Embrio berkembang di dalam telur, tapi telur ini berada di dalam tubuh induknya.

Setelah menetas, anak hewan akan “dilahirkan” dari tubuh induknya. Contoh hewan ovovivipar salah satunya adalah kuda laut, ikan pari, dan kumbang.

Perkembangbiakan pada tumbuhan berlangsung dengan dua cara, yaitu vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif meliputi spora, umbi lapis, tunas, rimpang, dan geragih.

Sementara perkembangbiakan generatif melibatkan penyerbukan di mana serbuk sari menempel pada kepada putik.

5. Membutuhkan Nutrisi

Nutrisi diperlukan oleh makhluk hidup untuk bertahan hidup, menjalankan metabolisme tubuh, dan bertumbuh. Nutrisi sendiri dapat didefinisikan sebagai proses memasukkan serta mengolah makanan yang dilakukan di dalam tubuh.

Dari pengolahan makanan tersebut, makhluk hidup dapat memperoleh energi serta zat-zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika tidak mendapatkan nutrisi dalam jangka waktu tertentu, makhluk hidup bisa mati.

Nutrisi berupa makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Pasalnya, makhluk ini tidak dapat menghasilkan makanan sendiri. Berbeda dengan tumbuhan yang mampu mengolah makanan sendiri melalui fotosintesis.

6. Mengeluarkan Zat Sisa

Nutrisi yang diterima oleh makhluk hidup tidak semuanya terpakai. Setelah melewati proses-proses di dalam tubuh, makhluk hidup akan menghasilkan zat sisa yang sudah tidak terpakai lagi. Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena sebagiannya mengandung racun.

Pada manusia dan hewan, zat sisa yang dikeluarkan antara lain karbondioksida, keringat, urin, serta feses. Sementara tumbuhan mengeluarkan zat sisa berupa uap air, oksigen, dan tetesan air.

7. Tumbuh dan Berkembang

Dalam soal ciri-ciri makhluk hidup sering ditanyakan mengenai perbedaan bertumbuh dan berkembang. Bertumbuh sendiri artinya pertambahan ukuran pada individu makhluk hidup, contohnya tinggi, berat, serta volume tubuhnya.

Sementara perkembangan mengacu pada proses pendewasaan diri. Meski berbeda, baik pertumbuhan maupun perkembangan akan berjalan beriringan pada makhluk hidup.

8. Bermetabolisme

Tubuh makhluk hidup bermetabolisme dengan tujuan untuk menghasilkan energi. Energi ini berguna untuk banyak hal seperti menjaga sistem imunitas tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan untuk aktivitas sehari-hari lainnya.

Metabolisme yang berlangsung pada tubuh makhluk hidup memerlukan oksigen serta substrat. Perlu diketahui bahwa substrat merupakan nutrisi yang sumbernya dari makanan maupun minuman. Zat-zat makanan ini dipecah di dalam tubuh menjadi beberapa bagian dan melewati berbagai proses.

Proses tersebut menghasilkan berbagai macam senyawa dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh makhluk hidup.

9. Membutuhkan Lingkungan dengan Suhu Tertentu

Suhu lingkungan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup berbeda-beda. Pasalnya, setiap makhluk hidup memiliki struktur tubuh yang berbeda-beda sehingga kebutuhannya pun berlainan. Contoh mudahnya bisa dilihat pada hewan.

Sebuat saja beruang kutub yang habitatnya ada di area kutub bersalju dan bersuhu dingin. Beruang kutub tidak akan mampu bertahan jika dipindahkan ke wilayah tropis yang bersuhu udara tinggi.

Tumbuhan juga membutuhkan suhu lingkungan tertentu untuk bisa hidup. Mari ambil contoh tanaman stroberi yang bisa tumbuh dengan baik di ketinggian 1000-1500 mdpl karena udaranya sejuk. Ketika dipindahkan ke padang pasir, maka tanaman ini akan mati karena suhunya tidak sesuai kebutuhan.

10. Regulasi

Regulasi merupakan ciri makhluk hidup yang ke-10. Arti dari regulasi merupakan kemampuan yang dipunyai oleh makhluk hidup untuk mengatur saraf serta hormon di dalam tubuhnya agar tercipta keserasian.

Sistem regulasi yang dimiliki oleh makhluk hidup bertujuan untuk membuat hidupnya teratur dan seimbang. Salah satu contoh regulasi pada makhluk hidup yaitu aktivitas berjalan pada manusia yang melibatkan tulang, sendi, serta otot.

11. Peka Terhadap Rangsang

Ciri yang terakhir dari makhluk hidup adalah peka terhadap rangsang atau dikenal juga dengan istilah iritabilitas. Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk memberikan tanggapan atau reaksi terhadap rangsangan yang diberikan kepadanya.

Beberapa contoh rangsangan yang mungkin diterima antara lain bau, suara, air, suhu, sentuh, dan cahaya. Setiap makhluk hidup menanggapi rangsangan dengan cara yang berbeda.

Salah satu contoh iritabilitas yang paling terkenal adalah tanaman putri malu. Tanaman ini mampu menguncupkan daunnya jika menerima rangsangan berupa sentuhan.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada 11 ciri makhluk hidup. Setiap makhluk hidup baik tumbuhan, manusia, hewan, bahkan organisme yang tak kasat mata pasti memiliki semua ciri-ciri tersebut.

Baca Juga:

Artikel Terkait