Home » Terbaru » Agama » Doa Guru untuk Murid (Santri) Bahasa Arab dan Latin Lengkap

Doa Guru untuk Murid (Santri) Bahasa Arab dan Latin Lengkap

yasmin February 29, 2024

Doa Guru untuk Murid – Guru merupakan seseorang yang memiliki peran penting dalam hal pendidikan.

Mereka diberi tugas untuk membimbing, mendidik serta mengarahkan orang-orang yang dididik untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.

Terdapat sebuah ungkapan mengenai sesosok guru, yaitu pahlawan tanpa tanda jasa. Mengapa begitu? sebab, kehidupan seseorang sangat berpengaruh dengan pendidikan yang diampu semasa hidupnya.

Bahkan dalam pandangan agama islam, seorang guru itu menempati kedudukan yang mulia karena ia telah diberi anugerah berupa ilmu pengetahuan.

Namun sesungguhnya, menjadi peran sebagai guru itu tidaklah mudah. Ada pertanggung jawaban mereka diakhirat kelak.

Maka dari itu, sangat wajar bila seorang guru mempunyai kedudukan yang mulia. Sebagaimana bunyi dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi :

Sesungguhnya Allah, para malaikat dan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, sampai semut yang ada di liangnya dan juga ikan besar semuanya bersholawat kepada mu’alim (orang yang berilmu dan mengajarkannya) yang mengajarkan kebaikan pada manusia”.

Kumpulan Doa Guru untuk Murid Bahasa Arab Serta Artinya

Kumpulan-Do’a-Guru-Kepada-Murid-Bahasa-Arab-Serta-Artinya

Berikut ini ada kumpulan beberapa bacaan doa dari seorang guru yang ditujukan untuk muridnya. Diantaranya ada yang dituliskan berupa latinnya dan adapula yang berupa lafadznya.

Bacaan Lafadz Doa Guru Kepada Anak Murid

Kalimat suci ini diambil dari perkataan seorang ahli agama yang bernama Al Qadhi Iyadh Rahimahullah bahwa :

“ telah sampai khobar (berita) kepada kami tentang seorang guru yang senantiasa menjaga kehormatan dirinya. Suatu ketika, mereka mendapati beliau yang terlihat sedang berdoa disekitar Ka’bah dan beliau mengatakan :

اللهم اجعل كل ولد علمته عبداً صالحاً لك

Latinnya : “Allahummaj’al Kullu Waladin ‘Allimtuhu ‘Abda’an Sholihan Laka”.

Yang artinya adalah : “ Ya Allah jadikanlah setiap anak yang pernah aku ajari sebagai hamba-Mu yang sholih “.

Lafadz Lainnya Mengenai Doa Guru untuk Muridnya

Adapun lafadz doa guru untuk murid lainnya :

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Tulisan latinnya berupa : “Robbanaa Hablanaa Min Ajwajinaa Wa Dzurriyatinaa QurrotaA’yun Waj’alnaa Lilmuttaqinaa Imaamaa”.

Artinya : “ Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa “.

Bacaan Latin Doa Guru untuk Muridnya

Do’a ini pada umumnya dilantunkan oleh guru ketika hendak mengakhiri majlis ilmu. Berikut tulisan doanya dalam latin :

“ Ya Ilahi Ya Robbi Ya Allah, Engkaulah yang menciptakan kami, Engkaulah yang menciptakan semua perbuatan kami, Engkaulah yang menciptakan segala sesuatu yang ada diantara langit dan bumi.

Ya Allah, sesungguhnya kami tidak mempunyai daya dan upaya tanpa adanya pertolongan-Mu Ya Allah. Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan kami.

Kasihanilah kami Ya Allah, dan terimalah taubat kami Ya Allah. Ampunilah dosa dan kesalahan kedua orangtua kami, sayangilah mereka Ya Allah.

Darah dagingnya, air matanya, jerih payah mereka melekat pada kami. Ya Allah jadikanlah kami menjadi anak yang tahu balas budi.

Dan ampunilah dosa dan kesalahan istri atau suami kami Ya Allah, anak-anak serta keturunan kami. Juga ampunilah dosa dan kesalahan guru-guru kami Ya Ilahi Ya Robbi Ya Allah.

Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim, ampuni pula dosa dan kesalahan semua leluhur kami, kawan-kawan kami, kaum muslimin dan muslimat, mu’minin wal mu’minat, al-ahya’i minhum wal amwat.

Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim Ya Ilahi Ya Robbi Ya Allah, berilah anak didik kami cahaya, ilmu yang bermanfaat, amalan yang diterima, selalu mendekat kepada kebaikan dan menjauh dari kejahatan serta jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang paling mulia di sisi-Mu”.

Kedudukan Seorang Guru Dalam Islam Terhadap Muridnya

Kedudukan-Seorang-Guru-Dalam-Islam-Terhadap-Muridnya

Dalam memerankan peranan sebagai guru yang diberi karunia berupa ilmu pengetahuan yang luas oleh Allah sebagai penyampai ajaran yang baik dan benar.

Sosok seorang guru ditempatkan posisi yang mulia oleh Islam, sebab hukumnya wajib dalam ajaran syare’at islam bagi para umat muslim untuk menuntut ilmu sejak buaian hingga ke liang lahat.

Sejalan dengan mahfudzot yang berlafadz :

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

Yang artinya : “ Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat (meninggal) “.

Berangkat dari kemuliaan guru tersebut dapat dinyatakan bahwa doa yang dilontarkan mereka diyakini sebagai doa yang bernilai mustajab.

Karena itulah tak jarang banyak dari segenap murid yang datang kepada gurunya untuk meminta didoakan.

Meskipun pada hakikatnya, sebelum diminta untuk mendoakan muridnya para guru sudah lebih dulu mendoakan mereka.

Lantas mengapa islam menempatkan seorang guru pada kedudukan yang tinggi dan mulia, berikut terdapat 4 kedudukan guru menurut perspektif islam.

Memiliki Ilmu Pengetahuan Yang Bermanfaat

Bukti pertama kemuliaan sesosok guru (pahlawan tanpa tanda jasa) adalah dengan memiliki ilmu pengetahuan.

Seseorang dapat dikatakan sebagai guru apabila ilmu yang disampaikan mereka dapat meninggalkan manfaat bagi semua orang.

Tak hanya itu, bahkan ilmu dari mereka mampu memberikan dampak sosial berupa perubahan tingkah dan perilaku menuju ajaran yang baik bagi peserta didik (murid).

Karena sejatinya, buah dari jasa guru akan terus-menerus mengalir selama ilmunya masih menghasilkan manfaat. MasyaAllah La Ilaaha Illallah Allahu Akbar.

Menempati Derajat Yang Tinggi

Selanjutnya fakta dari pernyataan kemuliaan seorang guru bahwa islam memposisikan mereka pada derajat yang tinggi.

Hal ini sesuai bunyi dari firman Allah dalam kitab Al-Qur’an yang bertuliskan :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Dengan makna : “ Wahai orang-orang yang beriman! apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan “. (Q. S. Al-Mujadalah [11]).

Sebagai Perantara Ilmu Dalam Upaya Menjaga Diri

Disebutkan dalam kitab suci Al-Qur’an dalam surat At-Taubah pada ayat ke-122 :

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Latinnya : “Wa Maa Kaanal Mu’minuuna Liyanfiruu Kaaffah, Falau Laa Nafara Min Kulli Fiqatin Minhum Thaaifah Liyatafaqahuu Fiid-diin Wa Liyundziruu Qoumahum Idzaa Raja’uu Ilaihim La’allahum Yahdzaruun”.

Yang mempunyai arti : “ Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya “. (Q. S. At-Taubah [122]).

Memperoleh Pahala Yang Melimpah

Pernah disebutkan dalam sebuah hadits mengenai derajat seorang guru yang setara dengan harta kekayaan yang melimpah bahkan bisa sampai lebih dari itu.

Berikut bunyinya :

“Dari Sahl bin Sa’id Radiyallahu ‘Anhu  : Demi Allah, jika Allah SWT memberi petunjuk kepada satu orang melalui perantaramu maka hal itu jauh lebih baik dari pada harta kekayaan yang sangat berharga ”. (H. R. Bukhori dan Muslim).

Penutup

Demikianlah artikel pendidikan mengenai doa guru untuk murid. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan faedah dalam menjalani kehidupan.

Terimakasih kepada kalian yang sudah menyisihkan sebagian waktunya untuk mengunjungi serta membaca artikel ini hingga selesai. Dan sampai bertemu dipembahasan selanjutnya..

Artikel Terkait